Sabtu, 04 Agustus 2012

Menulis = mengobrol

Sejak mulai nulis di blog, jadi rajin buat cerita in apa aja yang sempat terlihat atau dipikirkan ataupun dialami. Rasanya jadi makin banyak yang ingin ditulis. Kasar atau halus tulisan kan bertahap ya. Makin sering nulis, makin halus tulisan, makin baik alur tulisan berdasarkan seringnya menulis.

Menulis sendiri makin lama makin terasa seperti berbicara sendiri. Mengenang kembali semua yang indera kita alami. Seperti semangatku untuk menuliskan tentang mira dan abe. Rasanya setiap hari ada saja yang ingin aku ceritakan. Tapi saat moment itu berlangsung, aku sedang tidak sedang dalam keadaan siap menulis. Hanya saja yang menjadi patokan adalah saat aku menulis, aku mencoba mengingat kembali apa yang sudah terjadi dan sebisanya terus menulis tanpa harus melihat susunan kata-kata yang telah aku tulis. Karena anggapanku bahwa menulis = mengobrol dimana tidak ada tombol delete, undo ataupun redo. Hajar saja...

Terus saja menulis dan langsung publikasikan karena dari sinilah aku bisa melihat kemampuanku menulis. Disitu juga aku bisa melihat dimana tulisan yang salah dan bagaimana seharusnya aku menulis.

Nanti akana ada masa dimana aku mulai memperhatikan tulisan secara baik dan benar, baik dalam penyusunan dan benar dalam penulisan per kata.

Teruslah berbicara dalam bentuk tulisan, Mel. Semoga makin terasah...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar